Senin, 10 Maret 2014

Menggenggam Dunia Dengan Tangan Kiri



Di dunia ini, hanya manusia yang memiliki anugrah yang sempurna, yang dapat merekam apapun yang dapat dilihat, didengar, dirasa,dicium,diraba. Ialahir di dunia, dengan julukan otak. Otak merupakan anugrah terbesar yang di miliki oleh manusia. Berbeda dengan makhluk lain, manusia dibekali otak agar berbeda dengan makhluk lain. Karena otak jugalah yang membuat manusia menjadi sempurna.Sehingga manusialah yang di jadikan sebagai kholifah dimuka bumi ini.

Kamis, 23 Februari 2012

Sesal Dalam Rindu


Sebuah Cerpen untuk Anak Berbudi Luhur
By: Muhammad Fahmil Huda*


Bagi orang-orang, ibu kandung adalah sosok yang sangat mulia. Dia adalah orang yang paling berjasa bagi manusia. Sebab, tanpanya tak akan ada kehidupan di dunia ini. Dia adalah orang yang pantas mendapatkan penghormatan dan pengabdian seorang anak. Dia adalah orang yang harus dicintai dengan sepenuh hati. Namun, tidak demikian bagiku. Bagiku ibu adalah orang yang paling kubenci. Dia adalah orang yang seharusnya berada di neraka sekarang. Dia seharusnya meringkuk di dalam penjara.

“Fatah, kamu dimana Nak?” teriak Mama membangunkan lamunanku.
“Iya Ma,” aku segera turun dari jendela dan keluar kamar menuju ruang tamu. “Ada apa Ma?” tanyaku kemudian.
“Ikut Mama yuk, ke pasar.” jawab mamaku.
“OK Ma, aku ambil topi dan jaket dulu ya Ma,” kataku sambil berlari kembali ke kamarku.

Mama, ya, aku memang memanggilnya dengan nama itu. Akan tetapi, sebenarnya dia bukan ibu kandungku. Dia adalah adik ibuku. Aku sudah menganggapnya sebagai ibuku sendiri semenjak empat belas tahun lalu, saat aku berumur empat tahun. Ketika itu ibuku membawa seorang lelaki hidung belang ke rumah. Tidak disangka ayahku pulang cepat dan memergoki mereka berdua sedang bermesraan di kamar. Penyakit asma ayahku kambuh dan dia langsung meninggal di depan kamar. Ibuku terlihat kaget saat melihatnya. Dia menangis dan memeluk tubuh ayahku yang sudah tak bernyawa. Melihat ibuku menangis, akupun ikut menangis. Lelaki hidung belang yang bersama ibuku terlihat agak ketakutan. Akhirnya dia mengajak ibuku kabur bersamanya meninggalkanku sendirian bersama jasad ayahku.

Bahtsul Masail Intern Ath Thullab Edisi 13


HASIL BAHTSUL MASA’IL INTERN
PP-IPNU TBS KUDUS
1.      Deskripsi masalah
Mungkin di antara kita ada kerabat atau tetangga yang bekerja di suatu perusahaan atau mall, seperti Ramayana atau matahari, dan dalam bekerja disyaratkan dari pihak atasan bahwa semua pegawai perempuan diharuskan memakai rok mini (di atas lutut), padahal si perempuan tersebut harus bekerja seperti itu karena tidak punya keahlian lainnya untuk menunjang kehidupannya dan keluarganya. Sedangkan suaminya atau orang tuanya ridlo tentang itu.
Pertanyaan:
-    Apakah ada dalil yang memperbolehkan dalam berpakaian seperti itu tidak dilarang
   oleh agama?
-    Dan bagaimana jalan keluarnya?

Kilas PON-PES ROUDLOTUL MUTA’ALLIMIN

Sebagai cikal generasi muslim masa depan
pondok pesantren adalah lembaga pendidikan dan juga merupakan basis pendidikan serta penyebaran agama islam, syech maghribi adalah salah satu ulama’ yang dianggap sebagai perintis munculnya pendidikan pondok pesantren pertama kali di tanah jawa. Kota Kudus merupakan salah satu kota di Jawa yang termasyhur dengan sebutan “kota santri”. Hal itu dikarenakan banyaknya pondok pesantren yang berdiri di kota Kretek itu, di antara sekian pondok pesantren yang sampai saat ini masih eksis di sepanjang zaman mulai dari zaman belanda, orde lama, orde baru hingga sekarang dan terus berkembang adalah Ponpes Roudlotul Muta’allimin (PPRM) jagalan,62 langgar dhalem kota kudus.  

TBS Tempoe Doeloe


               Madrasah NU TBS Kudus berdiri pada hari Rabu Pon 7 Jumadil Akhir 1340 H bertepatan 21 November 1928 M. Dua tahun setelah berdirinya Nahdlatul Ulama’. Semula namanya adalah Madrasah Tasywiquth Thullab dengan singkatan TB yang artinya “Gandrungnya Para Pelajar” mengapa dengan singkatan TB bukan TT?, menurut dari masyayikh saat itu leter kendaraan kota Kudus itu KS, (becak, dokar, motor) diambil muka dan belakang dari kata Kudus. Dulunya TBS adalah berupa pondok pesantren.  Semula di dukuh Balaitengahan kecamatan Kota, 500 m dari pusat kota Kudus. Tetapi sekarang ini sudah berlokasi di 4 dukuh dalam 2 desa yakni di dukuh Balaitengahan, di dukuh Nanggungan, di desa Langgardalem. Dukuh Bejen dan dukuh Kajeksan di desa Kajeksan.

Taubat Ala Ulat


Awalnya dia hanyalah makhluk yang sangat kecil. Rumahnya tak lebih besar daripada sebutir merica. Begitu keluar dari rumahnya, dia akan langsung mencari makan. Tak tanggung-tanggung, makannya sangat banyak sekali. Seluruh tubuhnya seolah-olah hanya terpenuhi dengan makanan. Banyak orang tak suka dengan sifat rakusnya tersebut, selain karena tubuhnya yang membuat orang merasa jijik. Namun, setelah beberapa hari, dia seolah menyadari perbuatannya. Dia bertapa di dalam sebuah rumah barunya. Dia tidak makan juga tidak minum.
Setelah berhari-hari menjalani pertapaannya, dia keluar dari rumahnya dalam wujud barunya. Wujud yang jauh berbeda dari sebelumnya. Tubuhnya menjadi sangat indah dan elok, membuat orang terpesona saat melihatnya. Dia menari-nari dari satu bunga ke bunga lain.

Memilih Universitas

Memilih-Universitas

Salah satu problema unggulan yang dihadapi seorang siswa, terutama ketika menjelang kelulusan mereka dari jenjang pendididikan menengah atas adalah masalah kelanjutan pendidikan mereka. Problema tersebut adalah memilih jenjang pendidikan lanjutan yang lebih tinggi atau lazimnya di kenal dengan universitas, pada majalah ath-thullab edisi 13 ini kami mendedikasikan Universitas pilihan yang cakupannya UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) di Indonesia, namun kami hanya menampilkan sebagian saja karena keterbatasn halaman.




About Magazine

Foto saya
ATH THULLAB adalah majalah tahunan Madrasah NU TBS Kudus, yang di terbitkan oleh segenap PP-IPNU MA NU TBS. ATH THULLAB sekarang sudah mengijak pada edisi 17 dengan tampilan yang apik dan mengalami rovolusi serta pembaruan di berbagai rubrik. Akhir kata, Selamat membaca..

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More