Jumat, 20 Januari 2012

DAFTAR GURU MPTs NU TBS KUDUS 2008/2009

DAFTAR GURU MPTs - TBS KUDUS
NO NAMA JABATAN PENDIDIKAN  ALAMAT
1 H, Achmad Rofiq Chadziq Kepala MPTs Pon-Pes Langgardalem, Kota, Kudus
2 Masyhudi Waka MA Dlingo Peganjaran, Bae, Kudus
3 H. Abdul Muhith Guru Pon-Pes Jatiwetan, Jati, Kudus
4 H. Shofwan Noor Guru Pon-pes Peganjaran, Bae, Kudus
5 H. Abdul Mannan Guru Pon-Pes Besito, Gebog, Kudus
6 H. Sa'dullah Guru Pon-Pes Singocandi, Kota, Kudus
7 H. Asy'ari Guru MA Nalumsari, Nalumsari, Jepara
8 Hanzah Nawawi Guru Pon-Pes Besito, Gebog, Kudus
9 Nasihul Umam Guru Pon-Pes Singocandi, Kota, Kudus
10 M. Sirril Wafa, S.Pd.I Guru STAIN Kudus Langgardalem, Kota, Kudus
11 Toha Musthofa Guru Pon-Pes Karangmalang, Gebog, Kudus
12 Rofiq Setiawan, S.Pd Guru UMK Temulus, Mejobo, Kudus
13 Achmad Al Farochi, S.PdI Guru / TU STAIN Kudus Krandon, Kota, Kudus
14 Ribhanul Huda Guru / TU MA Undaan kidul, Undaan, Kudus
15 Tri Wardoyo Penjaga MA Sengawan Hilir, Kalbar
16 Khoirul Mubarok Penjaga Pon-Pes Menco, Wedung, Demak

Rabu, 08 Juli 2009

S E P E D A Hemat dan Menyehatkan


S E P E D A Alat Transportasi Terhemat, Bergengsi, Menyehatkan, Dan Tereksis

Masihkah anda menggunakan sepeda, atau jangan-jangan sudah dijual. Bisa dikatakan terhemat karena tidak membutuhkan BBM. Dikatakan bergengsi karena sepeda merupakan alat transportasi bergengsi di negeri Belanda. Menyehatkan karena dengan bersepeda rutin setiap hari membuat diri menjadi rileks, tenang, dan sehat dan jika dijadikan hobi bersepeda dapat meningkatkan vitalitas daya hidup. Selain itu bersepeda juga menyenangkan. Tereksis karena alat transportasi tersebut masih berlaku dikalangan manapun mulai dari pejabat hingga rakyat, contoh: Amien Rais. Beliau sering menyempatkan untuk bersepeda. Sebuah alat transportasi yang masih eksis dan melegenda di negeri kincir angin ini mempunyai sejuta sejarah dalam perkembangan. Berdasarkan keputusan the International Cycling Histori Conference (ICHC) konferensi internasional sejarah sepeda, penemu sepeda dianugrahkan pada Karl Von Drais.

Menurut ensiklopedia columbia dan britannica.com , nenek moyang sepeda berasal dari prancis tepatnya sejak awal abad ke-18 dan dikenal dengan kendaraan velocipede awalnya bentuk sepeda belum menggunakan konstruksi besi. Seorang jerman Baron Karl Drais Von Sauerborn pantas disebut sebagai penyempurna “velocipede” itu tahun 1818 Von Sauerborn membuat alat transportasi roda dua untuk menunjang efisiensi kerjanya sebagai kepala pengawas hutan badan ia memang butuh sarana transportasi bermobilitas tinggi. Tapi model yang dikembangkan tampaknya masih mendua, antara sepeda dan kereta kuda. sehingga masyarakat menjuluki ciptaan sang baron sebagai “dandy horse” dari beberapa orang yang mencoba menyempurnakan bentuk sepeda adalah ernest michaux (1855) dan pierre lallement (1865) keduanya berkebangsaan prancis. michaux dikabarkan menyempurakan sepeda dengan membuat pemberat engkol sehingga laju sepeda lebih stabil sementara lallement memperkuat roda dengan menambahkan lingkaran besi disekelilingnya (sekarang dikenal sebagi pelek atau velg).

Lellement juga yang memperkenalkan sepeda dengan roda depan lebih besar dari pada roda belakang. Kemajuan paling signifikan terjadi saat teknologi pembuatan baja berlubang ditemukan, menyusul kian bagusnya teknik penyambungan besi, serta penemuan karet sebagai bahan baku ban, namun faktor keamanan dan kenyamanan tetap belum terpecahkan. Karena teknologi suspensi (per dan sebagainya) belum ditemukan, goyangan dan goncangan sering membuat penunggangnya sakit pinggang, setengah bercanda masyarakat menjuluki sepeda lallement sebagai “boneshaker” penggoyang tulang. Tidak heran jika di era 1880-an tiga roda dianggap lebih aman buat wanita dan laki-laki yang kakinya terlalu pendek untuk mengayuh sepeda konvensional menjadi begitu populer. Trend sepeda roda dua kembali mendunia setelah berdirinya pabrik seped pertama di Convenry Inggris pada tahun 1885 pabrik yang didirkan James Strarley ini makin menemukan momentum setelah tahun 1888 John Dunlop menemukan teknologi ban angin laju sepeda pun tak lagi berguncang penemuan lain seperti rem perbandingan gigi yang bisa di ganti-ganti rantai setang yang bisa di gerakan dan masih banyak lagi makin menambah daya tarik sepeda sejak itu berjuta-juta orang mulai mnjadikan sepeda sebagai alat tranportasi dengan Amerika dan Eropa sebagai pionernya.

Dan sekarang sepeda tidak ada yang tidak mengenal, sepeda sudah mendunia dan tidak mengenal usia. Kring.....kring....kring.... mari kita budayakan bersepeda ambil sepeda lalu gayuh pedalnya.
oleh : muhammad abdu al_muhith*
*penulis adalah koordinator english club
Sumber : Internet

SANTRI, Salam Inspirasi Tim Redaksi


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Puja dan puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufiq, hidayah, serta inayah-Nya kepada kami, sehingga majalah ATH-THULLAB edisi XIII dapat kami sajikan sedemikian rupa. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan ke pangkuan baginda Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabat-sahabatnya, semoga kita kelak mendapat syafa’atul udzma. Amien.

Tak lupa ucapan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kami sampaikan kepada pembina yang telah mengarahkan kami, para pembaca setia ATH-THULLAB, atas partisipasinya dalam wujud pengiriman kritik, saran, dan artikel-artikel kepada kami, sehingga kami dapat menerbitkan majalah ATH-THULLAB, yang kali ini terbit pada edisi ke XIII di tengah-tengah para pembaca setia ATH-THULLAB.

Majalah ATH-THULLAB sebagai media aspirasi pelajar Madrasah TBS Kudus di harapkan mampu membina skill yang handal, yang nantinya dapat melahirkan generasi-generasi penerus yang berkualitas, kreatif, kritis, dan berekspresi dalam segala bidang.

Pada edisi XIII kali ini, tim redaksi mengajak para penggemar, dan pembaca setia ATH-THULLAB untuk menela’ah, mengkaji, dan menelusuri tentang seputar tema yang kami angkat, yakni ‘Santri, Inilah Aku!’, ‘Menuju Santri Teknologi’. Untuk mengkaji lebih dalam, kami melakukan interview dengan narasumber yang berkompeten dan selaras dengan tema yang kami angkat, antara lain Mahmud Arif (Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), KH. Syafiq Nashan, Lc (Ketua MUI Kudus), H. M. Ulin Nuha, MA (Pengajar MA NU TBS). Selain itu, untuk melengkapi data, kami suguhkan hasil interview langsung dengan KH. Mc. Ulil Albab Arwani (Wakil Katib Syuriah PCNU Kabupaten Kudus), H. Asyrofi Masyitha (Ketua DPRD Kudus).

Disamping itu, untuk memenuhi saran, usulan dan masukan dari para pembaca yang budiman, khususnya para siswa Madrasah NU TBS Kudus, maka kami menampilkan Biografi Sesepuh TBS yaitu Almarhum Almaghfurillah K.H. Shofwan Ridlwan dan liputan dalam rubrik baru kami diantaranya ‘TBS Tempoe Doeloe’, juga tak kalah menariknya liputan redaksi di berbagai macam kegiatan Madrasah NU TBS dan kegiatan PP-IPNU.

Meskipun berbagai rintangan dan hambatan menjadi problematika utama, kami selaku Tim Redaksi ATH-THULLAB edisi XIII telah berusaha dengan kapabilitas semaksimal mungkin untuk menyajikan yang terbaik bagi para pembaca setia. Namun, dalam edisi kali ini, pasti tak luput dari kesalahan dan kekurangan dalam penyajian bahasa, isi, layout, desain dan segala seluk beluk kejurnalistikan. Untuk itu, koreksi, kritik, dan saran yang konstruktif dari pembaca sekalian sangat kami harapkan.

Akhirnya, kami selaku Tim Redaksi ATH-THULLAB Edisi XIII hanya bisa mengucapkan banyak terima kasih pada semua pihak yang telah mendukung demi sukses, lancar, dan berhasilnya penerbitan ATH-THULLAB Edisi XIII ini. Dan juga kepada teman-teman yang senantiasa ikut berpartisipasi mengirimkan saran, kritik, dan hasil karyanya kepada kami, Pembina, dan Dewan Asatidz Madrasah NU TBS yang telah memberikan pengarahan kepada kami serta pihak-pihak yang telah membantu eksisnya serta terbitnya Majalah ATH-THULLAB Edisi XIII kali ini. Semoga amal, niat, dan usaha kita selalu diberkahi dan diridhoi oleh Allah Ta’ala. Amien.

Wa'alikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh

BUKU TAMU

Bagi para fans majalah ath-thullab maupun pengunjung dapat mengisi BUKU TAMU di bawah ini, Terima Kasih........

BUKU TAMU

SELAMAT DATANG DI ATH-THULLAB ONLINE

Untaian Do’a Untuk Para Mu'assis

Sebelum kita mulai membaca ATH-THULLAB ONLINE ini, mari kita sejenak memanjatkan do’a kehadirat Allah SWT dengan wasilah Rosulullah SAW dan para auliya’ Nya untuk para pendiri madrasah kita tercinta. Semoga Allah SWT menerima segala amal-amal beliau, mengampuni segala dosa-dosanya, melipatgandakan pahalanya, memasukkannya ke dalam surga, serta semoga kita senantiasa memperoleh barokah dan dapat selalu meneruskan perjuangannya.

“Semoga Allah SWT menjadikan majalah ini bermanfaat bagi kita semua dan selalu eksis sampai akhir zaman”. Amin.

Al-Fatihah……….


Sekretariat : Jl. KH. Turaichan Adjhuri No. 23 Telp. (0291) 445474 Kudus 59314

e-mail : red.aththullab@gmail.com
blog : ath-thullab.blogspot.com

SUSUNAN REDAKSI MAJALAH ATH-THULLAB X3

TIM REDAKSI MAJALAH ATH-THULLAB X3
Masa Khidmah 1429-1430 H / 2008-2009 M


PIMPINAN
Dimulai dari PU (Pimpinan Umum) kita. Namanya kaya negara terkecil di dunia. Bedanya hanya dua huruf saja. Orangnya humoris, ganteng (ehm..ehm..), suka nelpon dan SMS-an (dengan siapa ya? 3 gitu loh...loss). Dia lahir di Kudus, 31 Januari 1992. Motto hidupnya adalah ‘Jangan takut berbuat kebaikan dan kebenaran’ (Waduh, kaya superhero aja he he he). Dengan cita-cita menjadi orang sukses yang mulia, dia bernama Muhammad Khoirul Fatihin.

Da
ri PU, kita beralih ke Pimred (Pimpinan Redaksi). Orangnya aneh, bikin orang tertawa saat pertama kali melihatnya (emangnya badut?). But, jangan tanya kemampuannya dalam komputer. Dia adalah The Master of Computing di sekolah kita. Dia tinggal di Margoyoso, Kalinyamatan, Jepara dan lahir tepat pada awal tahun baru 1990. Dialah Pimred tergokil dan terkocak, Heru Ferdiansyah.



SEKRETARIS
Sekretaris kita yang satu ini hobi banget sama utak-utek komputer (koyok iso kang). Remaja yang pernah jadi juara III dokter kecil sekabupaten ketika MI (ndek MI di ketok-ketokno narsis bgt ) ini bercita-cita menjadi arsitek yang bertakwa. Namanya dikagumi oleh banyak cewek sekolah di Kudus (wuekk.... shorrry). Mukanya mirip Afgan dan Derby (kacamatanya aja kali...) orangnya narsis banget ih... sorry kalau ulangan nekem. Anak Besito kelahiran 10 Desember 1991 ini bernama lengkap Muhammad Fahmil Huda.
Ahmad Noor Rofiq, itulah namanya. Meski seorang pria pondokan, kemampuannya di bidang komputer juga tak kalah hebatnya dengan Pimred dan Sek. I dalam seni desain. Orang ini mempunyai harapan bisa pergi ke masa lalu demi menjadi arsitek Menara Eiffel, coz secara postur tubuhnya kaya Eiffel. Remaja kelahiran Demak, 9 November 1990 ini mempunyai tinggi +190 cm (tinggi mana ama jerapah?).

Mun
gkin dia hanya berposisi sebagai Sek. III. Tapi, dialah komponen utama redaksi. Remaja ini adalah pengetik naskah Ath-Thullab yang masuk. Kecepatan mengetiknya mencapai 300 km/jam (wus, sampai-sampai kertasnya terbang semua). Kudus, 19 Januari 1993 adalah tanggal lahirnya. Mau tahu namanya? Itu lho, adiknya Mas Tantowi Yahya, Presenter No. 1 Indonesia, Helmi Yahya.




BENDAHARA
Waduh, kok ada cermin yang bisa jalan ya? Ini bukan mimpi kan? Eh, ternyata bukan. Mereka berdua adalah si kembar Tachibana (Tsubasa mana ya?). But, meski kembar mereka juga punya perbedaan lho! Yang besar punya banyak fans tapi yang satunya tidak suka ketenaran. Mereka berdua selalu menulis laporan keuangan secara mendetil sampai-sampai 0,99 rupiahpun ditulis (wow, kembaliannya gimana tuh?). mereka lahir pada 9 September 1991 dengan nama Muhammad Jamalludin dan Muhammad Jamilludin (benar-benar mirip kan?)

EDITOR
Hoy, ada Raffi Ahmad di TBS. Ayo, siapa yang pengen minta tanda tangan? Eits, tunggu dulu. Jangan tertipu oleh tampangnya. Editor yang satu ini memang orang yang paling ganteng di rumahnya. Coz, doi cuma satu-satunya lelaki di rumahnya (bapake boz, kog paling ganteng dewe, sory ya pak). Kelakuannya penuh sopan santun. Dialah Ahmad Fakhri Azizi, orang Sampet, Gebog, Kudus yang lahir pada 18 Desember 1991.

Mokhammad Abdul Mukhid, 17 Februari 1991, terlahir sebagai anak berbakat yang terbukti dengan diraihnya Juara 1 Lomba PUISI se-Kabupaten. Remaja yang suka dengan pelajaran Kimia ini punya mimpi sekolah di New York, Amerika Serikat. Orangnya kaya burung beo (cerewet gitu!). meski menjabat sekretaris PP tapi dialah ketua PP sejati kita. Coz, hampir semua urusan PP selalu bermula dari dirinya (maklum, Ka Os-nya lagi sibuk ngapalin Qur’an).Miftahur Rohman. Cowok paling alim ini lahir di Kudus, ..................Setiap harinya dia berangkat ke madrasah dengan sepeda jengkinya (waduh, pasti capek tuh!). walaupun Tsanawinya tidak di TBS, tapi kecerdasannya sungguh luar biasa. Terbukti dari nilai raportnya yang masuk sepuluh besar paralel. Orangnya sangat pendiam, imut, dan tawadlu’. Lirikan matanya mampu menarik perhatian sang Pimred (huts... rahasia ya).


REPORTER
Forkapik (pakanan opo meneh iku). Itulah nama yang sering diteriakkan padanya. Coz, dia termasuk salah satu anggota FORKAPIK. Kalau kamu ketemu dia, siapkan obat sakit perut. Bukan karena baunya yang nggak enak sehingga bikin mual sih, tapi karena orangnya suka membuat orang tertawa dengan lawakan-lawakannya (mungkin udah gila kaley,,,,,). Remaja dari Talun, Kayen, Pati ini bernama Muhammad Nafi’ul Charis, lahir 12 Februari 1991.

Kalau kamu lihat uang koin seratus rupiah kuning, kamu pasti menemukan nama tempat tinggalnya. Karapan? Ya, tinggal ganti p-nya jadi b. Orangnya pinter sih, tapi suka tidur saat diajar. Remaja yang lahir di tepung ini (ups, tepung apa pati ya? Ah, terserah lah), pengen jadi seorang dokter (bukan kaya dokter boyke lho..). Karena dia lahir pada 20 Januari 1992, dia diberi nama Muhammad Maghfur (apa hubungannya?). Yah, biar dia selalu dapat ampunan dari Allah SWT gitu (emangnya penjahat?).
Orang yang paling sering membuat tertawa redaksi (kaya pelawak aja) ini punya hobi corat-coret di atas gabus (kaligrafi maksudnya...). Tak heran jika dirinya sering ditempatkan sebagai dekorator acara-acara PP. Remaja yang sok seniman ini bercita-cita menjadi seorang yang kharismatik. Lahirnya di Purwodadi, 21 Mei 1990. Dia adalah... jangan tertawa ya!... Muhammad Ali Ma’shum.


Heri Purwanto, adalah nama yang dimilikinya sejak kecil. Remaja yang namanya sama dengan guru Bahasa Inggris kita ini, pernah dido’akan sang guru menjadi orang yang pintar dalam Bahasa Inggris. Anak Mijen, Kaliwungu kelahiran 18 September 1992 ini selalu mengalami pasang surut (memangnya laut?) dalam kehidupannya. Why? Sebab, dalam perjalanannya meraih dunia akhirat (sekolah bos!) terkadang dia harus bersepeda, kadang pakai motor, kadang nebeng, kadang juga naik angkutan. Yah, terserahlah Mas Heri.
Kudus, 17 Oktober 1991. Seorang bayi dilahirkan pada hari itu di desa Pladen, Jekulo. Bayi tersebut oleh orang tuanya diberi nama Choirul Huda. 18 tahun kemudian anak tersebut ternyata ditakdirkan menjadi anggota redaksi. Hobinya dengan rebana membuatnya ingin berduet dengan Nizar A.R (siapa tuh?). Reporter ini punya cita-cita menjadi orang yang berguna bagi agama, nusa, bangsa, dan dunia (lho, akhirat nggak termasuk?).

Dari Sabang sampai Merauke (tahu lagunya kan), terdapat Kalimantan. Belajar di TBS, demi menuntut ilmu (dilaguin donk!). Lahir di Senggawan Hilir, Kalimantan Barat, 12 Februari 1992 menjadikannya seorang yang beruntung bisa menuntut ilmu di Madrasah NU TBS. Remaja yang ingin mempunyai pulau sendiri ini merupakan juara satu lomba menggambar (dengan anak TK tentunya). Dialah Tri Wardoyo.




ILUSTRATOR
TBS memang kaya dengan anak seni berbakat. Mulai dari seni desain, corat-coret, tarik suara, dan juga seni memimpin. Salah seorang yang memiliki berbagai bakat seni tersebut adalah Ahmad Jauharuddin Ali, remaja gaul (gak gaul loh, kata yang suka dilontarkan) kelahiran Jepara, 21 Februari 1990. Meski hobinya tidur, tapi dianya selalu semangat dalam berkreasi. Dengan bakatnya yang luar biasa, dia telah berhasil memimpin anak buahnya meraih juara I lomba rebana sekabupaten Kudus sebanyak dua kali.
Muhammad Sam’un Al-Ghozi, lahir di Pati, 6 April 1992. Hobinya bermain sepakbola. Impiannya adalah turut serta menjadi pemenang Piala Dunia dengan bergabung di Timnas Indonesia sebagai Kapten (kaya Tsubasa aja Kang?). Cita-citanya hanya satu, yaitu masuk surga. Ya, kita berdo’a saja, semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita (lho..? ko’ gitchu sih?). Eh, mohon maaf ya, dia tidak menerima pesanan gambar (emang siapa yang mau pesen?).

SIRKULATOR & PERIKLANAN
Miftachul Umam. Mungkin dialah calon da’i masa depan (seperti Zaenuddin MZ?), seorang da’i dari Tuwang, Karanganyar, Demak, yang tercatat lahir pada 16 September 1990. Bayangkan aja, motto hidupnya saja ‘Hiasilah rumahmu dengan bacaan al-Qur’an’. Wah, kalau gitu jangan sampai kita mengganggunya, bisa-bisa kita disabda jadi Maling Kandang... ups Malin Kundang.


Orang yang satu ini punya simpati yang besar sekali. Siapapun yang pernah jadi anak buahnya pasti merasa puas dengan kepemimpinannya. Why? Sebab, dia sering banget nraktir teman-temannya (meski bukan dengan uangnya sendiri). 25 Juni 1990 dia terlahir sebagai anak sepasang suami-istri yang bertempat tinggal di Rau Tenggeles, Mejobo, Kudus. Dia diberi nama oleh orang tuanya Yusuf Bhahtiyar.
Orang yang satu ini punya amat sangat banyak sekali teman. Coz, dia hobi banget kenalan dan main ke rumah temen. Meski matanya agak sedikit minus, tapi orangnya anti kacamata. Di PP dia sering dijadikan seksi konsumsi karena rumahnya di Kajeksan, jadi sudah kenal daerah sekitar situ. Muhammad Agung Ubaidillah, itulah namanya. Lahir di Kudus, 9 Agustus 1990.


Tahu nggak kaligrafer terkenal di Kudus? Ya, seratus untuk anda (mana tepuk tangannya?).
An
ak Bapak Aufa ini telah belajar di Madrasah NU TBS sejak Tsanawiyah. Suaranya bagaikan suara dari surga sehingga berbagai kejuaraan Qira’ahpun disabetnya. Remaja yang lahir pada 23 Maret 1992 ini pengen meneruskan profesi ayahnya, bahkan pengen menyaingi beliau (Zi’, aku pesen satu ya, tapi gratis dong!!!). Ya, namanya Muhammad Yazid Husni.

Royyan Hidayat, lelaki/pria/jejaka/pemuda kelahiran Kudus, 17 September 1989. Punya bakat lobying, so kamu bisa konsultasi dengan si doi. Kemampuan bisnisnya tak kalah dengan bisnisman senior. Maklum dia kan sudah tua (kata om roy, belajarlah dari orang yang lebih tua, wes re...).

Al-Hafidz dari desa Kaliwungu ini bernama lengkap Muhammad Ghurril Muhajjalin. Sudah menjadi kebiasaannya membaca al-Qur’an 3 kali sehari (kaya’ minum obat aja). Mungkin kemampuannya menghafal al-Qur’an adalah bakat yang diwariskan oleh kedua orang tuanya. Hobinya yang lain adalah jeng-jeng (kelencer, maksudnya). Yach, maklumlah, buat nyegerin pikiran setelah nderes. Mau tahu usianya? Usianya 18,5 tahun coz lahirnya pada 7 Desember 1990.

KEDUDUKAN GURU DALAM PANDANGAN ISLAM

Salah satu hal yang amat menarik pada ajaran Islam ialah penghargaan Islam yang sangat tinggi terhadap guru. begitu tingginya penghargaan itu sehingga menempatkan kedudukan guru setingkat di bawah kedudukan Nabi dan Rasul. Mengapa demikian? Karena guru selalu terkait dengan ilmu pengetahuan. Sedangkan Islam amat menghargai ilmu. Pengahargaan Islam terhadap ilmu tergambar dalam sebuah sebuah hadits:
إذا قبض العالم .....
Artinya: "Apabila seorang alim meninggal maka terjadilah kekosongan dalam Islam yang tidak dapat diisi kecuali oleh seorang alim yang lain."

Kita menemukan banyak sekali hadits yang mengajarkan betapa tinggi kedudukan orang berpengetahuan yang biasanya dihubungkan pula dengan orang yang menuntut ilmu. Al-Ghazali menjelaskan kedudukan sangat tinggi yang diduduki oleh orang berpengetahuan dengan ucapannya bahwa orang alim yang bersedia mengamalkan pengetahuannya adalah orang besar di semua kerajaan langit. Dia seperti matahari yang menerangi alam. Ia mempunyai cahaya dalam dirinya. Seperti minyak wangi yang mengharumi orang lain karena ia memang wangi.
Kedudukan orang alim dalam Islam dihargai tinggi bila orang itu mengamalkan ilmunya. Mengamalkan ilmu dengan cara mengajarkan ilmu itu kepada orang lain adalah suatu pengamalan yang paling dihargai oleh Islam. Mengutip kitab Ihya’ Al-Ghazali yang mengatakan bahwa siapa yang memilih pekerjaan mengajar maka ia sesungguhnya telah memilih pekerjaan besar dan penting.

Sebenarnya tingginya kedudukan guru dalam Islam merupakan realisasi ajaran Islam itu sendiri. Islam memuliakan pengetahuan; pengetahuan itu didapat dari belajar dan mengajar. Yang belajar adalah calon guru dan yang mengajar adalah guru. Maka tidak boleh tidak, Islam pasti memuliakan guru. Tak terbayangkan terjadinya perkembangan pengetahuan tanpa adanya orang belajar dan mengajar dan tak terbayangkan pula adanya belajar dan mengajar tanpa adanya guru.

Tingginya keudukan guru dalam islam masih dapat disaksikan secara nyata pada zaman sekarang. Itu dapat kita lihat terutama di pesantren-pesantren di Indonesia. Santri bahkan tidak berani menantang sinar mata kyainya. Sebagian lagi membungkukkan badan tatkala mengahadap rumah kyainya. Bahkan, konon ada santri yang tidak berani kencing menghadap rumah kyai sekalipun berada dalam kamar yang tertutup. Betapa tidak, mea silau oleh tingkah laku kyai yang begitu mulia, sinar matanya yang ‘menembus’, ilmunya yang luas dan dalam, do’anya yang diyakini mujarab.

Ada penyebab khas mengapa orang Islam amat menghargai guru, yaitu pandangan bahwa ilmu itu semuanya bersumber pada Tuhan. Oleh sebab itu, Allah azza wa jalla berfirman:
.....Maha suci Engkau, tidak ada yang Kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami.... (Al-Baqarah: 32)
Ilmu datang dari Tuhan. Guru pertama adalah Tuhan. Pandangan yang menembus langit ini tidak boleh tidak telah melahirkan sikap pada orang Islam bahwa ilmu itu tidak terpisah dari Allah, ilmu tidak terpisah dari guru. Maka kedudukan guru amat tinggi dalam Islam.
Pandangan ini selanjutnya akan menghasilkan bentuk hubungan antara guru dan murid. Hubungan guru-murid dalam Islam tidak berdasarkan hubungan untung-rugi dalam arti ekonomi yang menyebabkan pernah muncul pendapat di kalangan ulama’ Islam bahwa guru haram mengambil upah (gaji) dari pekerjaan mengajar. Hubungan murid-murid dalam Islam pada hakekatnya adalah hubungan keagamaan, suatu hubungan yang mempunyai niali kelangitan.

Kedudukan guru yang demikian tinggi dalam Islam kelihatannya memang berbeda dari kedudukan guru di dunia Barat. Perbedaan itu jelas karena di Barat kedudukan itu tidak memiliki warna kelangitan. Hubungan guru-murid juga berbeda. Perbedaan itu juga karena hubungan guru-murid di Barat tidak lebih dari sekedar orang yang pengetahuannya lebih banyak daripada murid. Hubungan guru-murid juga tidak lebih dari sekedar pemberi dan penerima. Karenanya maka wajarlah bila di Barat hubungan guru-murid adalah hubungan kepentingan antara pemberi dan penerima jasa (dalam hal ini pengetahuan). Karena itu, hubungan juga dilihat oleh pembayaran yang dilakukan berdasarkan perhitungan ekonomi.

Dalam sejarah, hubungan guru-murid dalam Islam ternyata sedikit demi sedikit berubah. Nilai-nilai ekonomi sedikit demi sedikit mulai masuk. Yang terjadi sekarang kurang lebih sebagai berikut:
Kedudukan guru dalam Islam semakin merosot
Hubungan guru-murid semakin kurang bernilai kelangitan, penghormatan murid kepada guru semakin turun
Harga-harga mengajar semakin tinggi
Apakah gejala ini merupakan penyimpangan dari kehendak Islam? Ini memerlukan perenungan yang mendalam.. secara lahiriah kita dapat mengatakan bahwa kedudukan guru, penghormatan murid, dan upah guru dalam islam sekarang ini semakin bergeser kepada nilai-nilai Barat.
Kita sebagai pelajar muslim seharusnya menghormati guru karena betapa tingginya kedudukan guru dalam agama Islam. Semoga dengan penghormatan itu kita mendapatkan barokah dari guru tersebut. Amiin.

Oleh: Ahmad Izzul Falah
Penulis adalah siswa kelas XI IPA 1

Referensi: - Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam
- Pendidikan Islam di Rumah, Sekolah, dan Masyarakat

About Magazine

Foto saya
ATH THULLAB adalah majalah tahunan Madrasah NU TBS Kudus, yang di terbitkan oleh segenap PP-IPNU MA NU TBS. ATH THULLAB sekarang sudah mengijak pada edisi 17 dengan tampilan yang apik dan mengalami rovolusi serta pembaruan di berbagai rubrik. Akhir kata, Selamat membaca..

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More